Cara Melindungi Kartu Kredit Dari Kerusakan Dan Pencurian | Aktivis Mewah

Waktu Membaca: 5 menit

Digitalisasi telah membawa cara penyampaian layanan yang lebih efisien. Inovasi-inovasi ini menguntungkan industri perbankan. Dan Anda tidak lagi harus menangani transaksi harian Anda dengan uang fisik. Anda sekarang dapat melakukan pembelian dan menangani transaksi lainnya menggunakan uang plastik dalam bentuk kartu kredit dan kartu debit.

Bahkan dengan kelebihannya, kartu kredit dan debit memiliki kekurangan. Transaksi online dan tanpa kertas telah menyebabkan peningkatan ketidakamanan digital. Peretas dan penipu telah menemukan cara untuk mendapatkan data online mengenai kartu kredit dan debit. Oleh karena itu, bagaimana Anda menjaga kartu kredit Anda dari kerusakan dan pencurian sebagai pengguna kartu kredit? Jangan khawatir; artikel ini akan memandu Anda dengan benar. Baca terus!

1. Mengadopsi Pemblokiran RIFD

Radio Frequency Identification (RIFD) adalah teknologi yang sudah ada selama beberapa waktu. Ini adalah inovasi untuk membantu melacak data, barang, dll., dalam bisnis. Namun, seperti teknologi lainnya, ada kelemahan terkait. Dalam hal ini, penipu menggunakan RIFD untuk mencuri data kartu kredit Anda dari kantong Anda. Bagaimana?

Sebagian besar kartu kredit memiliki chip elektronik. RFID akan menggunakan gelombang radio untuk membaca dan menulis data dari kartu kredit Anda melalui chip tersebut. Penipu tidak harus melakukan kontak fisik untuk mendapatkan informasi kartu kredit Anda. Gelombang radio memungkinkan mereka untuk mendapatkan data selama mereka berada dalam jarak dekat Anda dan kartu Anda memiliki chip elektronik. Karena maraknya kasus pencurian seperti ini, Anda harus melindungi diri dari kemungkinan menjadi korban. Tapi bagaimana caranya?

Anda harus menggunakan perlindungan RFID yang akan mengganggu gelombang radio terdekat menggunakan teknologi RFID. Alat perlindungan RFID ini bisa dalam bentuk tas, dompet, dompet, dll. Alat ini akan mencegah sinyal mencapai pemegang kartu Anda, mencegah kecurangan.

2. Rekonsiliasi Transaksi Anda

Seringkali pengguna kartu kredit ini tidak tahu berapa banyak yang telah mereka habiskan dalam sebulan. Ini karena ada banyak gesekan, tidak seperti menangani uang tunai fisik, yang lebih Anda sadari. Sebagian besar bank akan mengirimkan laporan keuangan bulanan atau triwulanan kepada Anda. Pernyataan ini merinci pengeluaran Anda dengan kartu tersebut dalam periode tersebut.

Setelah Anda menerima ini, pastikan untuk memeriksa setiap transaksi. Klarifikasi bahwa Anda melakukan setiap transaksi. Jika Anda melihat pembayaran yang tidak Anda kenal, hubungi bank Anda dan tanyakan tentang hal itu. Misalkan Anda masih tidak ingat transaksinya. Dalam hal ini, Anda dapat memutuskan untuk membekukan akun Anda selama beberapa waktu saat Anda menyelidiki transaksi dan memberi tahu bank Anda. Jika tidak, ada kemungkinan transaksi menjadi besar besok, yang dapat membebani Anda secara finansial. Sebagian besar peretas akan melakukan transaksi kecil untuk menguji jika Anda perhatikan. Jika tidak, mereka akan percaya ada kemungkinan besar Anda tidak akan melihat transaksi yang lebih besar, atau akan terlambat begitu Anda melakukannya.

3. Hindari Penipuan Phishing

Phishing terjadi ketika seorang hacker mencoba untuk mendapatkan informasi kartu kredit Anda dengan menyamar sebagai perusahaan terkemuka, seperti bank. Peretas akan mengirim email atau menelepon Anda, mengaku sebagai bank Anda, dll., dan meminta data dari Anda. Anda cenderung menganggap mereka sah dan membocorkan informasi pribadi Anda. Namun, Anda tidak harus menjadi korban penipuan semacam itu; kamu bisa melindungi dirimu sendiri.

Cara utama untuk melindungi diri Anda adalah dengan menghindari mengklik email dari pengirim yang tidak Anda kenal. Jika mereka menelepon Anda dan mengatakan bahwa mereka dari bank Anda, beri tahu mereka bahwa Anda akan menelepon mereka kembali beberapa saat lagi. Sementara itu, hubungi bank Anda dan tanyakan tentang panggilan tersebut. Dalam kebanyakan kasus, mereka biasanya bukan orangnya. Dengan mengonfirmasi, Anda tidak akan memberikan data Anda, melindungi kartu kredit Anda.

4. Gunakan Kata Sandi yang Kuat

Meskipun penggunaan kata sandi yang kuat telah menjadi teknik yang direkomendasikan selama berabad-abad, ini adalah cara yang ideal untuk melindungi kartu kredit Anda dari pencurian. Sebagian besar kartu kredit akan memerlukan pin sebelum menyelesaikan transaksi. Beberapa pemegang kartu kredit menggunakan kata sandi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari mereka, yang tidak ideal. Misalkan Anda menggunakan tahun lahir pasangan Anda sebagai pin Anda. Ini adalah informasi yang mudah ditebak oleh peretas, terutama jika mereka memiliki sedikit latar belakang tentang Anda. Pastikan untuk menggunakan pin kuat yang tidak mudah ditebak orang. Sama sekali tidak boleh dikaitkan dengan kehidupan pribadi Anda.

Sebagian besar bank mengirim laporan ke email Anda. Pastikan kata sandi email Anda kuat; pertimbangkan untuk mencampur karakter, dari huruf ke simbol hingga angka. Kata sandi dengan semua karakter ini sulit ditebak oleh peretas. Ini juga akan membantu untuk mengadopsi otentikasi multi-faktor, seperti biometrik. Di sini, Anda harus melalui beberapa lapisan identifikasi sebelum mendapatkan akses ke gadget yang berisi data Anda.

Kesimpulan

Melindungi kartu kredit Anda dan semua informasi Anda tentangnya tidaklah sulit. Artikel di atas telah memberi Anda cara sederhana namun efektif untuk memastikan keamanan. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari Anda, dan Anda akan menikmati inovasi digital.

Carol
Informasi bersumber dari penulis untuk luxuryactivist.com. Semua konten memiliki hak cipta tanpa hak reproduksi yang tersedia. Gambar hanya untuk tujuan ilustrasi.

Author: Wayne Evans