Terdakwa Las Vegas yang Diduga Memotong Tunawisma Menghadapi Hitungan Baru

Diposting pada: 10 Januari 2023, 07:09h.

Terakhir diperbarui pada: 10 Januari 2023, 07:09h.

Pria yang sudah menghadapi dakwaan penikaman empat tunawisma – dua di antaranya fatal – sekarang sedang diselidiki untuk kasus serupa di dekat kampus UNLV.

kampus UNLV
Kampus UNLV, gambar di atas. Seorang pria yang dituduh melakukan beberapa penikaman, beberapa di antaranya pembunuhan, di dekat kampus universitas Las Vegas menghadapi dakwaan tambahan. (Gambar: Temukan Ketakutan)

Pada hari Senin, detektif pembunuhan Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas (LVMPD) bernama Christopher Stephen Martell, 33, tersangka kematian Jeffrey Philip Pridgen, 43, Associated Press melaporkan.

Penikaman fatal Pridgen di South Escondido Street terjadi pada 15 Februari 2022. Penikaman tersebut kemudian dinyatakan sebagai pembunuhan. Pria itu meninggal setelah luka di kepala, leher dan dada. Dia juga tunawisma.

Martell kemudian ditangkap pada 21 September karena penikaman lainnya yang semuanya terjadi pada minggu yang dimulai pada 14 September di dekat UNLV.

Para korban termasuk seorang wanita berusia 30-an yang mendorong seorang pria tua berkursi roda di Jalan Flamingo. Mereka berdua menderita luka kritis, kata polisi.

Korban lain dalam penikaman bulan September adalah Jody Devries, 57, dan Mary Susan Miller, 74. Kedua korban ini tewas.

Lokasi penusukan berjarak beberapa mil dari Las Vegas Strip. Bandara Internasional Harry Reid relatif dekat.

Mengingat kasus terbaru, Martell sekarang menghadapi tiga dakwaan pembunuhan, dua dakwaan percobaan pembunuhan, dan satu dakwaan baterai, KLAS, sebuah stasiun TV lokal, melaporkan, mengutip sumber polisi.

Polisi tidak mengatakan apakah dia adalah tersangka dalam kasus serupa lainnya.

Tidak Kompeten Untuk Diadili

Pada bulan November, Martell dinyatakan tidak mampu secara mental untuk diadili atas tuduhan sebelumnya. Dia terus ditahan di Pusat Penahanan Kabupaten Clark.

Tidak ada jaminan yang ditetapkan. Dia pertama kali dipesan di penjara pada 22 September.

Martell bisa menghadapi hukuman mati atau beberapa dekade di penjara jika kasusnya dilanjutkan dan dia dinyatakan bersalah.

Karena dia dinyatakan tidak kompeten untuk diadili, dia tidak dapat memahami tuduhan terhadapnya. Itu juga berarti dia tidak bisa membantu pengacaranya dalam menyiapkan pembelaan.

Dia akan segera dipindahkan ke Lake’s Crossing Center di Sparks, Nevada, lapor Las Vegas Review-Journal. Ini adalah fasilitas psikiatri dengan keamanan maksimum.

Ia akan menjalani konseling dan pengobatan di sana.

Nanti, dia sekali lagi dapat dievaluasi oleh profesional kesehatan mental untuk kompetensinya. Jika dia terbukti kompeten di masa depan, dia bisa menghadapi persidangan atas penusukan tersebut.

Keputusan Kompetensi Sebelumnya

Bulan lalu, terdakwa lain, Yoni Barrios, 32, dinyatakan tidak mampu secara mental untuk diadili.

Dia dituduh pada 6 Oktober menebas delapan orang, dua di antaranya meninggal. Penikaman terjadi di dekat Wynn Las Vegas di Las Vegas Strip.

Dia rupanya meminta beberapa peniru gadis panggung untuk mengambil foto mereka berpose dengan pisau besar. Mereka menolak dan Barrios mulai menikam orang di daerah tersebut.

Barrios awalnya menghadapi dua dakwaan pembunuhan dengan senjata mematikan dan enam dakwaan percobaan pembunuhan dengan senjata mematikan.

Barrios juga diidentifikasi sebagai warga negara Guatemala yang entah bagaimana menyelinap ke AS, Fox News melaporkan, berdasarkan informasi dari Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE).

Author: Wayne Evans